Skip ke Konten

Merangkul yang Terasing: Hati Ibu Tanpa sekat

19 September 2026 oleh
Merangkul yang Terasing: Hati Ibu Tanpa sekat
Pdt. Yasinta S. Kolinug,M.Th

Renungan Hari Rabu, 22 September 2026:


Renungan Harian: Rabu Nats Alkitab: Yesaya 56:3
"Janganlah orang asing yang menggabungkan dirinya kepada TUHAN berkata: 'Tentulah TUHAN akan memisahkan aku dari pada umat-Nya'; dan janganlah orang kasim berkata: 'Sesungguhnya, aku ini pohon yang kering.'"
Tema Harian: Merangkul yang Terasing: Hati Ibu yang Tanpa Sekat
Kata Kunci: Inklusivitas, Orang Asing, Penerimaan, Tanpa Pembatas

1. Pendahuluan & Ilustrasi
Dalam kehidupan bermasyarakat maupun di lingkungan gereja, tidak jarang seseorang merasa terasing, minder, atau dianggap "berbeda" karena latar belakang ekonomi, status sosial, maupun masa lalunya. Rasa tidak diterima ini sering kali membuat seseorang menarik diri dari persekutuan dan meragukan kasih Allah.
Bayangkan seorang ibu di dalam jemaat yang dengan sukacita dan kehangatan menyapa anggota baru yang tampak canggung, atau merangkul tetangga yang sering dijauhi oleh orang lain. Tanpa memandang perbedaan status sosial atau latar belakang, ibu ini membukakan pintu rumah dan hatinya. Sikap penuh penerimaan ini menjadi wujud nyata kasih Allah yang memulihkan dan meruntuhkan tembok pengasingan.
2. Kajian Analisis Teologis
Dalam Yesaya 56:3, teks ini secara radikal menantang batasan hukum lama yang sebelumnya membatasi "orang asing" (ben-hanekhar) dan "orang kasim" (saris) untuk masuk ke dalam jemaah Allah. Dalam konteks Yesaya, Allah mendekonstruksi sekat-sekat eksklusivitas keagamaan dan menyatakan bahwa keselamatan-Nya bersifat inklusif—terbuka bagi siapa saja yang mau menggabungkan dirinya kepada TUHAN.
Bagi kaum perempuan dan ibu, nats ini panggilan untuk memiliki "hati yang tanpa sekat". Persekutuan wanita bukan sekadar kelompok eksklusif bagi mereka yang sudah saling kenal atau memiliki latar belakang yang sama. Perempuan dipanggil untuk mencerminkan kehangatan kasih Allah yang inklusif, merangkul orang-orang yang marjinal, serta membawa suasana persekutuan yang ramah dan menerima semua orang apa adanya.
3. Aplikasi & DoaAplikasi: Sapalah dan berikan perhatian khusus hari ini kepada seseorang di sekitar Anda yang sering terabaikan, merasa canggung, atau terasing. Jadikan kehadiran Anda sebagai sarana penerimaan Kristus bagi mereka.
Pokok Doa: Ya Tuhan, bukalah hati kami agar mampu mengasihi tanpa membeda-bedakan. Mampukan kami sebagai kaum perempuan untuk meruntuhkan sekat-sekat pemisah dan menjadi saluran penerimaan serta kasih-Mu bagi mereka yang merasa terasing. Amin.



Menjaga Kekudusan dan Ketenangan di Tengah Kesibukan seorang Ibu