Skip to Content

Hati Yang Terserah

September 19, 2026 by
Hati Yang Terserah
Pdt. Afriani A.Mantow,M.Th

📖 RENUNGAN HARIAN KELUARGA

📍 Bacaan Alkitab: Yesaya 56:7

"Mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku; korban bakaran dan korban sembelihan mereka akan berkenan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa."


1. 🕊️ Momen Hening Sejenak

Minta salah satu anggota keluarga membacakan ayat di atas dengan santai, lalu ambil napas dalam-dalam selama 10 detik. Bayangkan betapa hangatnya disambut oleh Tuhan.

2. 🔍 Cerita & Obrolan Santai

Pernah nggak sih kita ngerasa capek banget karena terus-terusan mau ngatur segalanya? Mulai dari urusan sekolah, kerjaan, uang belanja, sampai hal-hal kecil di rumah. Sering kali kita merasa kalau semua hal nggak berjalan sesuai kemauan kita, dunia serasa mau runtuh.

Di ayat ini, Tuhan ngasih undangan yang adem banget buat kita: "Datang dan berserah."

Tuhan nggak minta kita datang membawa kesempurnaan atau pura-pura kuat. Dia cuma minta kita bawa hati yang mau berserah (surrender). Lucunya, waktu kita belajar melepaskan genggaman tangan kita atas kekhawatiran hidup, Tuhan justru menggantinya dengan kesukaan dan kedamaian.

Dalam rumah tangga kita, berserah itu bentuknya nyata:

  • Stop Pikir Sendiri: Jangan simpan kecemasan atau beban berat sendirian.

  • Belajar Melepas: Orang tua belajar percaya pada proses anak, dan anak belajar jujur tanpa takut dihakimi.

  • Jadikan Rumah Tempat Aman: Tempat di mana kita bisa datang apa adanya ke hadapan Tuhan dan saling mendoakan dengan tulus.

3. 🎯 Misi Aksiku Hari Ini

  • Oper Beban: Coba sebutkan 1 hal yang paling bikin kamu cemas atau pusing minggu ini. Setelah itu, katakan bersama: "Tuhan, bagian ini kami serahkan ke tangan-Mu."

  • Saling Mendoakan: Saling pegang tangan, lalu doakan anggota keluarga di sebelahmu secara bergantian dengan kalimat yang sederhana saja.

4. 🙏 Doa Bersama

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau selalu menyambut kami apa adanya. Hari ini kami mau belajar jujur bahwa kami sering lelah karena mencoba ngatur semuanya sendiri.

Kami serahkan seluruh kekhawatiran, rasa takut, dan masa depan keluarga kami ke dalam tangan-Mu. Penuhi rumah kami dengan kedamaian dan sukacita yang murni dari-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.