Shalom dan Sejahtera dalam Kasih Tuhan Yesus Kristus.
Saudara-saudara yang terkasih,
Dalam teks 1 Tawarikh 29 : 10 - 19 menceritakan tentang bagaimana Daud menaikan Doa dan Pujian kepada Allah. Melalui doa Daud ini kita belajar tiga prinsip utama mengenai sikap hati orang percaya.
1. Mengakui kedaulatan dan kebesaran Allah.
Dalam hidup, kita menyadari dan meyakini dengan penuh kerendahan hati bahwa Allah adalah Pencipta, Pemilik, dan Penguasa tertinggi atas seluruh alam semesta serta perjalanan hidup manusia. Saat kita mengakui kedaulatan Allah, kita belajar untuk mempercayakan seluruh keputusan, rencana, dan pergumulan hidup kita ke dalam tangan-Nya serta hidup untuk memuliakan nama-Nya (Soli Deo Gloria).
2. Kesadaran hati dalam memberi
Ketika kita memberi persembahan, melayani gereja, atau membantu sesama, kita tidak sedang "berjasa" kepada Tuhan. Kita hanya mengembalikan sebagian kecil dari apa yang sebenarnya sudah Tuhan limpahkan kepada kita. Sikap ini menghindarkan kita dari rasa sombong dan merasa diri paling berjasa dalm hal memberi.
3. Tuhan menguji dan Menghendaki Keikhlasan Hati.
Sebelum manusia memberi Allah sudah lebih dahulu mengenal hati. Daud berdoa kepada Tuhan Allah agar Allah memelihara hati, karena dia tahu bahwa mungkin jemaat pada saat itu sangat semangat untuk memberi, tetapi mungkin pada waktu mereka berkekurangan semangat mereka akan hilang, oleh sebab itu bagian bacaan ini mengajarkan bahwa memberi persembahan kepada Tuhan bukan dilihat dari seberapa banyak umat memberi, tetapi seberapa tulus mereka mempersembahkan persembahan yang baik bagi Tuhan.
Saudara-saudara yang terkasih didalam Tuhan,
Kesadaran dan keikhlasan hati adalah landasan utama untuk bagaimana kita menyadari bahwa Allah lebih dahulu mengasihi dan memberkati kita, Oleh sebab itu respon kita sebagai umat Alllah adalah bagaimana kita hidup untuk Tuhan dan mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan, bukan tentang banyak tetapi tentang ketulusan hati saat kita memberikan persembahan. Amin